Follow Me @sphysheta

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 3. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2017

Teknologi yang Terinspirasi dari Struktur Jaringan Tumbuhan

Oktober 03, 2017 0 Comments

Pemanfaatan Struktur Jaringan Tumbuhan dalam Teknologi

Setelah mempelajari bagaimana struktur jaringan yang menyusun organ yang terdapat pada tumbuhan,kita dapat melihat bahwa beberapa teknologi mengambil prinsip jaringan tumbuhan . Ada berbagai teknologi yang meniru makhluk hidup. Misalnya, pada helikopter yang meniru prinsip kerja pada capung, atau pesawat yang meniru prinsip kerja dari burung.
Sedangkan teknologi yang meniru jaringan pada tumbuhan misalnya:
1.batang pohon yang kokoh berdiri memberikan inspirasi pada pembangung rumah.
2.Susunan batu rumah meniru jaringan batang.
batang-tembok
3.Tembok rumah agar kokoh diberi besi, hal ini merupakan pengaplikasian dari kambium pada pohon.
4. Chimera meniru bentuk fleksibel dari pohon bakau yang dijadikannya sebagai mode baru, dan untuk memperlihatkan keindahan gedung pencakar langit.
mode-gakuen-spiral-towers-nagoya-city-japan-2_dV4iu_114465. Teater Esplanade yang meniru bentuk buah durian
Esplanade – Theatres on the Bay Singapore6. Teknologi pembangkit listrik tenaga surya dibuat dengan meniru prinsip daun yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi kimia, sehingga dapat menjadi alternatif sumber energi yang sangat bermanfaat.
daun-selsurya
serta masih banyak lagi pemanfaatan struktur jaringan tumbuhan dalam teknologi.


sumber : https://donnameylinda.wordpress.com/kelas-viii/struktur-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-serta-pemanfaatannya-dalam-teknologi/materi-pembelajaran/pemanfaatan-struktur-jaringan-tumbuhan-dalam-teknologi/



Struktur dan Fungsi Jaringan pada Batang

Oktober 03, 2017 0 Comments

Jaringan Pada Batang


Jaringan pada Batang Tumbuhan

Jaringan penyusun batang dapat dibedakan berdasarkan bentuk irisannya, yaitu bentuk irisan melintang dan bentuk irisan membujur.

Jaringan pada Batang

1. Jaringan pada Irisan Melintang Batang

Jika batang diiris secara melintang, umumnya jaringan penyusun batang tumbuhan terdiri dari 3 bagian, yaitu epidermis, korteks dan stele.

a. Epidermis
Merupakan jaringan pada batang yang terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat tanpa ada ruang antar sel, pada dinding luarnya terdapat kutikula yang berfungsi untuk melindungi batang dari kehilangan air yang terlalu besar. Tumbuhan yang telah berumur tua, fungsi jaringan primer digantikan oleh kambium. Kambium ini melakukan pertukaran gas melalui celah yang disebut lentisel.

b. Korteks

Merupakan jaringan pada batang yang terdiri dari beberapa lapis sel parenkim yang tidak teratur dan berdinding tipis serta mempunyai banyak ruang antar sel. Pada jaringan ini terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi sebagai penyokong tubuh tumbuhan.

c. Silinder pusat (Stele)

Bagian dalam stele terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut. Perisikel terletak setelah jaringan endodermis dan mengelilingi berkas pembuluh batang, serta berfungsi sebagai pemberi kekuatan pada batang. Berkas pengangkut terletak pada bagian dalam perisikel. Berkas pengangkut terbagi 2 yaitu xilem dan floem. Xilem dan floem pada tumbuhan herba membentuk berkas pembuluh tersendiri yang berbentuk lingkaran. Xilem berada di sebelah dalam floem.

Terdapat dua tipe berkas pembuluh, yaitu tipe kolateral terbuka dan tipe kolateral tertutup. Tipe kolateral terbuka terdapat pada tumbuhan dikotil dimana terdapat kambium vaskuler yang memisahkan xilem dan floem. Sedangkan tipe kolateral tertutup terdapat pada tumbuhan monokotil, dimana pada berkas pembuluhnya tidak terdapat kambium vaskuler. Bagian tengah pada batang terdapat empulur yang berfungsi sebagai tempat menyimpan zat-zat makanan. Empulur terdiri dari sel-sel parenkim yang besar dan berdinding tipis.

2. Jaringan pada Irisan Membujur Batang

Jika batang diiris secara membujur terlihat daerah titik tumbuh pada batang yang terdiri atas tiga kelompok sel pemula sebagai pembentuk jaringan-jaringan pada batang. Jaringan pembentuk batang tersebut terdiri atas:
  • Dermatogen yaitu jaringan yang nantinya akan membentuk jaringan epidermis
  • Periblem yaitu jaringan yang nantinya akan membentuk jaringan korteks
  • Plerom yaitu jaringan yang nantinya akan membentuk jaringan silinder pusat (stele)

Pembelahan sel yang terjadi pada titik-titik tumbuh disebut juga dengan pertumbuhan primer. Selain itu juga terdapat pertumbuhan sekunder akibar dari aktivitas kambium. Kambium pada batang mengalami pertumbuhan ke arah luar dan dalam. Aktivitas kambium ke arah dalam menghasilkan pembuluh xilem (kayu) sedangkan aktivitas ke arah luar menghasilkan pembuluh floem (kulit).

Pada batang, aktivitas kambium ke arah dalam lebih besar daripada ke arah luar. Hal ini menyebabkan jaringan pada batang bagian dalam (bagian kayu) akan lebih tebal daripada jaringan pada batang bagian luar (bagian kulit). Umumnya ini terjadi pada batang tumbuhan dikotil. Namun batang tumbuhan monokotil, jika telah mencapai ukuran tertentu tidak akan bertambah besar lagi karena tidak memiliki kambium sehingga pertumbuhan sekunder tidak terjadi. 


sumber : http://www.ebiologi.com/2016/01/fungsi-jaringan-pada-batang-tumbuhan.html





Struktur dan Fungsi Jaringan pada Akar

Oktober 03, 2017 0 Comments

Jaringan pada Akar

Akar terletak di dalam tanah dan berperan dalam penyerapan air dan zat hara. Untuk mendukung fungsinya tersebut, akar tersusun dari beberapa jaringan. Jaringan penyusun akar dari luar ke dalam sebagai berikut.
  • Jaringan epidermis akar, terdiri atas satu lapisan sel yang tersusun rapat dan mempunyai rambut akar untuk memperluas bidang penyerapan air dan zat hara.
  • Jaringan konteks akar, tersusun dari berlapis-lapis sel dan memiliki banyak ruang antarsel. Jaringan korteks berfungi sebagai tempat pertukaran zat.
  • Jaringan Endodermis akar, terdiri dari satu lapisan sel yang tersusun rapat dengan dinding sel yang tebal. Jaringan endodermis akar berperan dalam pertumbuhan membesar akar.
  • Silinder pusat, di dalam lapisan ini terdapat berkas pengangkut yang berperan dalam transportasi air dan zat-zat di dalam tubuh-tumbuhan.

Penjelasannya sebagai berikut :


1. Epidermis

Epidermis merupakan jaringan penyusun akar yang terletak paling luar. Jaringan ini tersusun dari sel-sel yang rapat satu dengan yang lain tanpa adanya ruang antar sel dan berdinding tipis. Jaringan ini bersifat semipermeabel sehingga memudahkan masuknya air dan hara mineral ke dalam jaringan akar. Semakin lama jaringan epidermis akan mengalami penebalan. Penebalan tersebut berfungsi sebagai pelindung jaringan yang berada di bawahnya.

Jaringan Penyusun Akar

Pada jaringan ini terdapat penonjolan-penonjolan yang kemudian membentuk rambut-rambut akar yang berfungsi sebagai alat penyerap air dan hara mineral sekaligus dapat memperluas bidang penyerapan. Umumnya jaringan epidermis dilapisi zat gabus. Zat gabus ini berfungsi sebagai pelindung sel-sel di bawahnya tetapi, namun zat gabus ini tidak berfungsi sebagai alat penyerap air dan hara.

2. Korteks
Jaringan penyusun akar yang berada setelah epidermis adalah korteks. Jaringan ini  berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Jaringan ini tersusun dari jaringan parenkim yang relatif renggang dengan jaringan penguat yang jumlahnya lebih sedikit. Sel-sel yang terdapat pada jaringan parenkim memiliki ruang-ruang antar sel yang berfungsi sebagai ruang penyimpan udara.

3. Endodermis

Jaringan penyusun akar bagian dalam setelah korteks adalah endodermis. Endodermis terdiri dari selapis sel. Pada dinding sel yang tegak lurus dengan silinder pusat terdapat penebalan zat gabus yang berbentuk pita dan disebut dengan pita kaspari. Bagian ini tidak dapat ditembus oleh air sehingga bagian endodermis-lah yang mengambil alih sebagai pengatur masuknya air dan hara mineral dari korteks ke silinder pusat (stele).

4. Silinder pusat (stele)

Silinder pusat (stele) merupakan jaringan paling dalam yang menyusun akar tumbuhan. Di silinder pusat ini terdapat perisikel dan jaringan pengangkut yaitu xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis). Xilem dan floem terpisah dan berselang-seling, yang lebih dikenal dengan tipe radial.

Floem berfungsi sebagai pengangkut makanan atau zat-zat organik hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Sedangkan xilem berfungsi sebagai pembuluh pengangkut untuk mengangkut air dan hara mineral dari akar menuju batang dan daun. Xilem akar menerima air dan hara mineral dari endodermis yang kemudian diteruskan ke xilem batang. Xilem pada akar tumbuhan monokotil berbentuk seperti bintang yang mempunyai lengan lebih dari 12. Sedangkan xilem pada akar tumbuhan dikotil berbentuk bintang juga dengan jumlah lengan antara 2 sampai 6 lengan.

Antara xilem dan floem pada akar tumbuhan dikotil terdapat kambium yang selalu membelah. Pembelahan dapat terjadi ke arah luar dan dalam. Pembelahan ke arah luar membentuk floem sekunder sedangkan pembelahan ke arah dalam membentuk xilem sekunder.

Jaringan penyusun akar tumbuhan yang terletak paling dalam adalah parenkim empulur. Parenkim empulur lebih banyak terdapat pada akar tumbuhan monokotil, sebaliknya pada akar tumbuhan dikotil sangat sedikit bahkan kadangkala tidak terdapat parenkim empulur.

Nah, demikianlah pemaparan sekilas mengenai jaringan penyusun akar. Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa jaringan-jaringan yang terdapat pada akar membentuk satu kesatuan yang melindungi jaringan-jaringan di bawahnya. Sekian pembahasan kita mengenai jaringan pada akar tumbuhan. semoga bermanfaat.


sumber : http://www.ebiologi.com/2016/01/4-jaringan-penyusun-akar.html




Jaringan Meristem dan Jaringan Dewasa

Oktober 03, 2017 0 Comments

Jaringan Meristem dan Jaringan Dewasa

Dan dari tahap perkembangannya, jaringan tumbuhan ini dibedakan menjadi dua macam yaitu Jaringan Meristem Dan Jaringan Dewasa. Yang kemana kedua jaringan ini mempunyai fungsi yang berbeda beda dari satu dengan yang lain. Berikut ini penjelasan lengkapnya mengenai Jaringan Meristem Dan Jaringan Dewasa

Jaringan Meristem Dan Jaringan Dewasa

Jaringan Meristem
Pengertian Jaringan Meristem merupakan jaringan yang pada sel penyusunnya bersifat embrional, maksud dari embrional ini yakni mampu terus menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Pada umumnya sel maristem ini merupakan sel dan yang belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi. Adapun ciri ciri sel meristem diantaranya vakuola kecil,berdinding tipis, plastida belum matang dan banyak mengandung protoplasma.
Kemudian untuk pergerakannya, sel maristem ini pada umumnya ke segela arah seperti kubus. Lalu jika dilihat dari letaknya pada tumbuhan, terdapat 3 macam meristem yang diantaranya meristem interkalar, meristem lateral dan meristem apikal. Adapun untuk letak dari maristem terdapat pada ujung akar dan ujung batang.Sementara meristem interkalar ini letaknya terpisah dari ujung selama pertumbuhan, dan Meristem lateral terletak pada kambium gabus dan kambium pembuluh.
Dan berdasarkan asal terbentuknya, jaringan tumbuhan maristem ini dibedakan menjadi dua macam yaitu meristem sekunder dan meristem primer. Dan untuk penjelasan lengkapnya, silahkan lihat dibawah ini
Meristem Primer
Pengertian meristem primer merupakan meristem yang melakukan perkembangan dari sel embrional. Letak meristem primer ini biasanya terdapat pada ujung akar dan kuncup ujung batang. Adanya meristem primer ini menyebabkan pertumbuhan primer pada tumbuhan, maksud dari pertumbuhan primer ini akar dan batang tumbuhan menjadi panjang,
Meristem Sekunder
Merupakan meristem yang perkembangan dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi dan spesialisasi namun kembali bersifat embrional. Adapun untuk contoh meristem sekunder ini diantaranya kambium gabus. Meristem sekunder ini biasanya terletak pada batang dikotil.
Jaringan Dewasa
Jaringan tumbuhan yang kedua yaitu jaringan dewasa ini merupakan sebuah jaringan tumbuhan yang terbentuk dari diferensiasi dan spesialisasi yang sel sel nya hasil dari pembalahan jaringan meristem. dan diferensiasi itu merupakan proses terjadinya perubahan bentuk sel yang sudah memang disesuaikan sesuai dengan fungsinya, sementara spesialisasi itu merupakan pengkhususan sel yang memang mendukung fungsi-fungsi tertentu
Pada umumnya jaringan tumbuhan dewasa ini sudah tidak lagi mengalami pertumbuhan, baik itu pertumbuhan sementara atau lanjutan. dan di jaringan tumbuhan itu ada juga yang disebut sebagai jaringan permanen atau jaringan yang suah mengalami diferensiasi yang memiliki sifat irreversibel, Dan pada jaringan permanen ini biasanya sel selnya tidak lagi akan lagi mengalami pembelahan. Adapun jaringan tumbuhan dewasa diantaranya floem, xilem,gabus parenkima dan jaringan epidermis.


sumber : http://biologiumum.com/jaringan-meristem-dan-jaringan-dewasa/



 TANKS FOR READING !
SEMOGA BERMANFAAT :)

Struktur dan Fungsi Jaringan Daun

Oktober 03, 2017 0 Comments

Fungsi Jaringan pada Daun



Jaringan pada Daun


Daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis dan perukaran udara pernapasan tumbuhan. Daun tersusun dari beberapa jaringan sebagai berikut.
  • Jaringan epidermis daun, terdiri atas satu lapisan sel, terdapat mulut daun (stomata)dan pada lapisan terluarnya terdapat lapisan lilin. Lapisan epidermis berfungsi untuk melindungi lapisan di bawahnya. Sel penyusun epidermis daun yang bermodifikasi menjadi stomata berperan dalam pertukaran udara pernapasan.
  • Mesofil, di dalamnya terdapat jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Dalam jaringan tiang dan bunga karang terdapat banyak kloroplas yang berperan dalam proses fotosintesis.
  • Jaringan pengangkut terdapat pada tulang daun. Dalam jaringan pengangkut terdapat pembuluh xilem dan floem yang berperan dalam pengangkutan zat. Pembuluh xilem berperan dalam pengangkutan air dan zat hara, sedangkan pembuluh floem berperan dalam pengangkutan hasil fotosintesis.

sumber : https://www.aristo.id/fungsi-jaringan-pada-tumbuhan-akar-batang-dan-daun/#


THANKS FOR READING !

SEMOGA BERMANFAAT :)

Struktur dan Fungsi Buah dan Biji

Oktober 03, 2017 0 Comments

Buah (Karpium)

Pada bunga yang telah mengalami proses penyerbukan (sampainya serbuk sari ke kepala putik) maka serbuk sari akan terisap dan menuju ke bakal buah sehingga terjadilah proses pembuahan (fertilisasi), yaitu proses meleburnya inti sperma dengan inti sel telur yang menghasilkan zigot.

Pembuahan akan mengakibatkan bakal buah menjadi buah dan bakal biji menjadi biji, kadang-kadang zigot akan berkembang menjadi lembaga dan menjadi tumbuhan baru. Pada saat itu, benang sari, mahkota, dan kelopak mulai gugur.

Bagian buah terdiri dari beberapa lapisan:

  1. eksokarpium, yaitu lapisan buah bagian luar, 
  2. mesokarpium, yaitu lapisan buah bagian tengah; 
  3. endokarpium, yaitu lapisan buah bagian dalam, karpel yaitu pembungkusan buah.

Pada bunga yang telah mengalami penyerbukan akan diikuti proses pembuatan sehingga terbentuk buah
Gambar: Pada bunga yang telah mengalami penyerbukan akan diikuti proses pembuatan sehingga terbentuk buah

Macam-macam Bentuk Buah

Berdasarkan asal terbentuknya buah dibedakan menjadi:

  1. Buah sejati, yaitu jika buah berasal dari bakal buah. Contoh: buah mangga, pepaya, rambutan, dan lain-lain.
  2. Buah tidak sejati (semu), yaitu buah yang dibentuk dari selain bakal buah, misalnya dari kelopak bunga tangkai bunga, atau daun bunga yang berubah menjadi buah.

Contoh:
a) Jambu mete, buah berasal dari tangkai yang dipakai untuk menyimpan makanan.
b) Nangka, buah berasal dari daun bunga yang dipakai untuk menyimpan makanan.
c) Ciplukan, buah berasal dari kelopak yang dipakai untuk menyimpan makanan.
d) Nanas, buah berasal dari daun bunga.
e) Apel, buah berasal dari dasar bunga yang membesar.

Fungsi Buah

Fungsi buah di antaranya adalah melindungi dan membantu dalam proses penyebaran biji, sehingga tumbuh jauh dari induknya. 
Contohnya buah beringin mempunyai biji yang kecil-kecil di dalamnya yang sulit dicerna, kemudian ada burung yang memakan buah beringin tersebut. Biji tersebut kemudian dibawa terbang jauh dari pohon beringin.

Meskipun telah dicerna di dalam perut burung, biji yang keras itu tidak hancur, sehingga pada saat dia mengeluarkan kotoran, biji tersebut ikut keluar dan tumbuh di tempat yang jauh dari induknya.

Biji (Sperm)

Biji merupakan alat perkembangbiakan yang khas untuk tumbuh-tumbuhan berbiji.

  1. Pada beberapa tumbuhan gymnospermae (pinus dan cemara) biji-bijinya dihasilkan pada permukaan sisik. Biji-bijinya berkumpul dalam kelompok-kelompok yang disebut tunjung. 
  2. Pada tumbuhan Angiospermae (tumbuhan berbunga) biji dihasilkan dalam bangun pengurung yang dikenal sebagai buah. Pada saat buah matang, buah pecah atau merekah terbuka, sehingga membebaskan biji-biji yang terkurung tersebut. 

Bagian-bagian Biji
Gambar: Bagian-bagian Biji

Setelah salah satu di antara biji-biji tersebut bersemi, lembaganya tumbuh menjadi sebatang tumbuhan baru. Biji dapat tumbuh dengan mengambil cadangan makanan yang tersimpan di dalam endosperm atau kotiledon. Biji tersusun atas kulit biji, keping biji, dan embrio

sumber : http://www.pustakapedia.net/2016/05/struktur-bagian-bagian-buah-dan-biji-serta-fungsi-buah-dan-biji-pada-tumbuhan.html


Struktur dan Fungsi Bunga

Oktober 03, 2017 0 Comments

Struktur dan Fungsi Bunga 

Struktur bunga
 
A. Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, yaitu perhiasan bunga dan alat kelamin bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.

1. Bunga lengkap
Bunga lengkap

Bagian-bagian bunga dan fungsinya
a. Tangkai bunga
Tangkai bunga merupakan bagian bunga yang berada pada bagian bawah bunga. Tangkai bunga berfungsi sebagai penopang dan penghubung antara tangkai bunga dengan ranting.

b. Dasar bunga
Dasar bunga berada pada bunga bagian bawah yaitu di atas tangkai bunga. Dasar bunga berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota bunga.

c. Kelopak Bunga
Kelopak bunga merupakan bagian bunga paling luar yang menyelimuti mahkota ketika masih kuncup. Fungsi dari kelopak bunga adalah melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup dan akan terbuka jika mahkota mekar. Kelopak bunga biasanya warna dan bentuknya menyerupai daun.

d. Mahkota bunga
Mahkota bunga merupakan bagian bunga yang paling indah dan berwarna-warni. Mahkota bunga sering disebut dengan perhiasan bunga. Keindahan mahkota bunga sangat menarik bagi serangga untuk hinggap dan membantu proses penyerbukan.

e Benang Sari
Benang sari merupakan alat kelamin jantan sebagai alat perkembangbiakan bunga yang terdiri dari tangkai sari, kepala sari dan serbuk sari. Benang sari biasanya terletak di tengah-tengah mahkota bunga.

f. Putik
Putik merupakan alat kelamin betina. Ujung putik disebutb kepala putik. Bagian putik yang panjang disebut tangkai putik. Bakal buah terdapat pada bagian bawah putik. Bakal biji terdapat dia dalam buah yang mempunyai dua inti, yaitu sel telur dan calon lembaga.

2. Bunga tidak lengkap
Bunga tidak lengkap
Bunga disebut bunga tidak lengkap jika tidak memiliki salah satu atau beberapa bagian bunga baik perhiasan maupun alat kelamin bunga. 



B. Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

a. Bunga Sempurna
Bunga sempurna
Bunga disebut bunga sempurna jika mempunyai dua macam alat kelamin, yaitu benang sari dan putik.

b. Bunga Tidak Sempurna
Bunga tidak sempurna
Bunga disebut bunga tidak sempurna jika hanya mempunyai satu macam alat kelamin yaitu benang sari saja atau hanya putik saja. 

Fungsi bunga

Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga , pembuahan yang terjadi didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.

Penyerbukan pada tumbuhan dibantu oleh serangga. Hasil pembuahan adalah terbentuknya bakal biji yang akan tumbuh menjadi biji, sedangkan bakal buah akan menjadi buah. Dari biji itulah yang ditanam sehingga tumbuh menjadi tanaman besar dan berbunga lagi.

Terakhir ada video, liat aja..



THANKS FOR READING !SEMOGA BERMANFAAT :)


Struktur dan Fungsi Daun

Oktober 03, 2017 0 Comments

Struktur dan Fungsi Daun

Daun terletak di bagian atas tumbuhan dan melekat pada batang. Daun merupakan modifikasi dari batang. Daun merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.

1. Fungsi Daun
Secara umum fungsi daun sebagai berikut.
1) Membuat makanan melalui proses fotosintesis.
2) Sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi.
3) Menyerap CO 2 dari udara.
4) Respirasi.

2. Struktur Jaringan Penyusun daun

a) Struktur Jaringan luar Daun 
Secara morfologi daun terdiri dari:
– Helaian daun ( lamina ).
– Tangkai daun ( petiolus ), terdapat bagian yang menempel pada batang disebut pangkal tangkai daun. Ada tumbuhan tertentu yang daunnya tidak bertangkai daun, misalnya rumput.
– Pelepah daun ( folius ), pada tumbuhan monokotil pangkal daun pipih dan lebar serta membungkus batangnya. Misalnya: pelepah daun pisang dan pelepah daun talas.

Gambar 1. Struktur luar daun.

Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, misalnya daun pisang dan daun talas. Daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan daun jambu.

Pada lembaran permukaaan daun terdapat tulang atau urat daun. Tipe tulang daun ada empat macam, yaitu:
– menyirip, misalnya pada daun mangga,
– menjari, misalnya pada daun pepaya,
– melengkung, misalnya pada daun gadung,
– sejajar, misalnya pada daun jagung,

Tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang daun menyirip dan menjari. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki daun dengan susunan tulang daun sejajar atau melengkung.

b) Struktur Jaringan dalam Daun

1) Epidermis Daun
Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja.

Gambar 2. Epidermis dengan stomata

Gambar 3.
Penampang melintang stomata



2) Mesofil Daun (Jaringan dasar)
Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakan daun Dikotil, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). 

3) Berkas Pengangkut Daun
Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.

4) Jaringan Tambahan Daun
Jaringan tambahan meliputi sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun, misalnya sel-sel kristal dan kelenjar.

Sekarang kita akan mempelajari perbedaan struktur jaringan penyusun daun Monokotil dan Dikotil tersebut dengan lebih rinci.

1) Struktur Jaringan Penyusun Daun Dikotil


Gambar 4.
Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan Dikotil

Adapun macam jaringan daun Dikotil, letak, fungsi, dan ciri-ciri dijelaskan dalam Tabel 1 berikut

Tabel 1. Jaringan Penyusun Daun Dikotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
NoJaringanLetakFungsiCiri - Ciri
a)EpidermisMenyusun lapisan permukaan
atas dan bawah daun.
– Melindungi lapisan sel di
bagian dalam dari kekeringan.
– Menjaga bentuk daun agar
 tetap.
Terdiri dari satu lapis sel kecuali
tanaman Ficus (tanaman karet).
b)KutikulaMelapisi permukaan
atas dan bawah daun.
Zat kutin pada kutikula
mencegah penguapan air
melalui permukaan daun.
Penebalan dari zat kutin.
c)
Stomata
Melapisi permukaan
atas dan bawah daun
– Sebagai jalan masuk dan
keluarnya udara.
– Sel penjaga sebagai pengatur
membuka dan
menutupnya stomata.
Mulut daun pada epidermis
dengan dua sel penutup
d)Rambut dan
kelenjar
Permukaan atas dan
bawah daun.
Alat pengeluaran.Alat tambahan pada epidermis
e)MesofilDi antara lapisan epidermis
atas dan
bawah.
Tempat berlangsungnya
fotosintesis.
– Terdiri dari sel parenkim,
banyak ruang antarsel.
– Kebanyakan berdiferensiasi
menjadi palisade (jaringan
tiang) dan spons (jaringan
bunga karang).
– Sel-sel jaringan tiang berbentuk
silinder, tersusun rapat,
dan mengandung klorofil.
– Sel-sel jaringan bunga karang
bentuknya tidak teratur, bercabang-
cabang dan berisi
kloroplas, susunannya renggang.
f)Urat daunPada helai daun.Transportasi zat.Menyirip atau menjari.



2) Struktur Jaringan Penyusun Daun Monokotil

Gambar 5. Struktur jaringan daun dan urat daun Monokotil

Adapun macam, letak, fungsi, dan ciri-ciri jaringan penyusun daun Monokotil, dijelaskan dalam Tabel 2. berikut.

Tabel 2. Jaringan Penyusun Daun Monokotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
NoJaringanLetakFungsiCiri - Ciri
a)Epidermis
dan
kutikula
Lapisan permukaan atas
dan bawah daun.
– Melindungi lapisan sel di
bagian dalam dari kekeringan.
– Mencegah penguapan air
melalui permukaan daun.
Terdiri dari satu sel dengan penebalan
dari zat kutin.
b)StomataBerderet di antara urat
daun.
Sebagai jalan masuk dan
keluarnya udara.
Mulut daun dengan dua sel penutup.
c)MesofilPada cekungan di
antara urat daun.
Membuat zat makanan melalui
fotosintesis.
Tidak mengalami diferensiasi, bentuknya
seragam kecuali mesofil berkas
pengangkut lebih besar, kloroplasnya
lebih sedikit, dindingnya lebih tebal.
d)Urat daunPada helai daun.Transportasi zat.Sejajar.


THANKS FOR READING !SEMOGA BERMANFAAT :)